Buah asli indonesia Rambutan Garuda

Buah asli indonesia Rambutan Garuda

Buah asli indonesia Rambutan Garuda

Rambutan garuda atau yang mempunyai nama latin Nephelium lappaceum dijuluki sebagai rambutan jambu biji. rambutan ini berasal dari daerah sungai andai batola kalimantan selatan di kawasan sungai andai dan terantang batola. ditemukan beberapa pohon rambutan garuda yang sangat besar batangnya. dari situlah bibit rambutan garuda jelaskan dan menyebar ke berbagai daerah di kalimantan selatan, kalimantan tengah dan kalimantan timur.

Sejarah

Konon, bibit ini udah sampai ke negara thailand dan berkembang dinegara tersebut. Rambutan ini sudah dilepas sebagai varietas unggul. ukurannya paling besar diantara jenis rambutan yang lainnya, panjang buahnya mencapai 7 cm dengan diameter sekitar 3 cm. bentuk rambutan ini agak lonjong dan warnanya merah menyala. Rambutan ini buahnya berukuran panjang, agak keset dan rambutnya warna merah dengan ujung kekuningan. daging buahnya tidak lengket, berwarna putih dengan ketebalan bisa mencapai 7 mm. Keunikannya, selain manis rambutan ini juga gurih dan daging buahnya paling kering dibanding rambutan jenis lainnya. produktivitasnya pohonnya kurang lebih mencapai 3000 –  4000 buah atau 200 – 270 kg per tahun. sudah banyak yang tahu jenis rambutan Garuda tersebut berasal dari kawasan sungai andai batola namun pohon besar tersebut terkesan kurang terawat dengan baik oleh sebab itu rambutan garuda sebagai varietas unggul harus dilestarikan. tanaman ini bisa tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah sampai  ketinggian 500 mdpl dengan tipe iklim basah. curah hujan 1500 – 3000 mm per tahun. tanah yang gembur dan subur lebih disenangi oleh tanaman rambutan garuda ini tanaman ini relatif tahan pada lahan gambut yang masang dan tanah latosol coklat dengan ph tanah 4 – 6,5. suhu udara mencapai 22 – 35 derajat celcius. untuk merangsang pembungaan diperlukan musim kemarau antara 3 – 4 bulan. hujan yang jatuh pada saat tanaman sedang berbunga menyebabkan rontoknya bunga dan mendorong timbulnya serangan penyakit menuju tepung.

Memperbanyak tanaman rambutan juga ini dengan cara okulasi untuk memperbanyak dengan susunan dan cangkok jarang dilakukan karena kurang efisien dan hasilnya pun kurang maksimal. sebagai batang bawah digunakan bibit semai dari 200 rambutan garuda. umur batang bawah yang dapat diokulasi sekitar 6 – 8 bulan. untuk mata tempel diambil dari cabang tanaman rambutan variates unggul yang daunnya mulai menua, tetapi belum tua beneran lho.. Biasanya pada cabang tersebut mata tempel tampaknya masih tidur untuk mempercepat mata tempel mulai bangun dilakukan perompesan daun dari cabang entres yang akan digunakan sebagai sumber mata tempel antara 2 – 3 minggu sebelum cabang tersebut dipotong. Biji rambutan Garuda adalah mono embrional sehingga semakin generatif dari fermentasi.

Okulasi yang digunakan untuk batang bawah pengaruhnya bervariasi terhadap batang atas tanaman. rambutan garuda ini adalah heterozigot dan menyerbuk silang. pemeliharaan tanaman yang penting adalah membersihkan kebun dari gulma dengan memangkas rumput  yang mengganggu di sekitar pohon rambutan garuda tersebut. Hama dan penyakit yang sering menyerang pohon rambutan garuda ini yaitu lalat daun, yang merusak bunga dan daun yang baru trubus terutama pada saat musim kemarau menjelang musim hujan penyakit lain yang biasa mengancam akar tanaman adalah cendawan putih armillaria sp. busuk akar phytophthora parasitica dan busuk coklat leher batang fusarium sp. penyakit ini dapat diatasi dengan operasi yang baik dan disiram benlate 0,3 % . buah rambutan garuda dapat dipetik setelah matang dari pohon pada umur 120 hari dari jarak bunga mekar nya. panen dilakukan dengan memotong tangkai atau tandan buah.

Leave a Comment