Bersedekah Menjadi Cara Hidup Anak Muda ini Merintis Usaha Sablon

JASA SABLON KAOS – Di antara kesunyian pagi ini, Salah seorang pemuda berkaos putih nampak asik dengan kesibukanya.

dengan celemak hitam menggantung di leher pemuda tersebut, dengan tangan kiri memegang mangkuk plastik kecil dengan berisi warna. sementara tangan kanannnya memegang sebuah spatula hijau, bersiap mengoleskan cairan merah tersebut di kaos yang sudah terjejer rapih di atas meja kerja.

Seorang bernama muflih alhafidy, pemilik bisnis konveksi movefly yang sudah di jalani selama 2 tahun belakangan, semenjak dia masih mengenyam pendidikan di universitas hasanudin.

“pertama kali mulai itu waktu semester 7. sebab banyak waktu kosong, jadi saya memulai mendisain gambar. alhamdulillah, teman ada yang nyeletuk untuk membuat baju,” ujarnya.

Pria kelahiran 22 April 1992 itu pun mencoba mengikuti saran rekannya. Hasil karyanya diunggah ke sosial media. Saat itulah kegemarannya membuat desain grafis menjadi ladang penghasilan.

Usai menyelesaikan studinya, Muflih kembali ke Bontang. Dalam benaknya telah tersusun rencana meneruskan usahanya. Alumnus SMP Negeri 1 Bontang ini melihat celah untuk mengembangkan usahanya dengan membuka jasa sablon.

Mulailah putra kedua pasangan M Alwi Tike dan Hasnawati itu mendirikan Nahl–nama awal Movefly dengan modal Rp2,5 juta, untuk membeli alat sablon manual dan perlengkapan lainnya. Garasi rumah benuansa cokelat kerem pun disulap jadi ruang kerjanya.

akan tetapi, Keinginanya membuka usaha sablon malah ditendang oleh kedua orang tuanya, karena dia telah mengantongi ijazah s1.

Perlahan, muflih mencoba menyakinkan kedua orang tuanya. dia meminta waktu selama setahun mejalankan usaha konveksinya. apabila dalam kurun waktu dia tidak berhasil, tanpa diminta kedua orang tuanya pun dia akan mencari pekerjaan lainya.

” alhamdulillah, selama satu tahun saya buktikan ke orang tua, bisnis ini dapat maju dan memperoleh hasil yang luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Perjalanan merintis usaha movefly lantas tidak berujung mulus begitu saja. dia hampir meninggalkan jasa sablon lantaran mengalami penurunan omset sampai 4 juta. sementara keuntungan ketika itu hanya 2 juta.

Akhirnya, ia memilih membentuk Lentera Insan. Komunitas sosial yang peduli terhadap pendidikan anak pesisir Kota Bontang. Komunitas itu pula menjadi wadah baginya menyedekahkan 2,5 persen penghasilan yang didapatkan. Jangan lupa kunjungi di jasa sablon kaos murah tangerang.

Leave a Comment